Minggu, 01 November 2009

THE CITY: UU baru, belok kiri langsung = 250.000


bagi temen - temen pengguna kendaraan pribadi, pasti sudah cukup jamak mendengar istilah "belki bolang", atau yang berarti "belok kiri boleh langsung.
istilah ini kerap digunakan disaat kita bermaksud untuk berbelok kekiri pada suatu persimpangan jalan.
tapi, dalam beberapa waktu kedepan, kemungkinan kita ga akan lagi mendengar istilah tersebut karena akan digantikan oleh istilah baru, "belki tabolang". belok kiri tidak boleh langsung. hahaha... cape juga ya maen singkatan - singkatan, tapi itu yang bakal terjadi. peraturan lama "belki bolang" yang diatur dalam UU no. 14 1992 itu bakal digantikan oleh UU no. 22 2009 pasal 12. yang melarang kendaraan untuk belok langsung kekiri di persimpangan jalan. dengan kata lain, jika kita biasanya belok kiri langsung tanpa perduli lampu jalan, kali ini kita harus menunggu hingga lampu hijau nyala, baru kita belok.
repot? , mungkin, tapi jangan coba - coba menerobos, sial - sial temen - temen bisa kena denda rp. 250.000. lumayan kan uang segitu.
emang si, gw juga yakin peraturan itu dibuat untuk dilanggar karena ada maksud tertentu. dalam konteks ini, mungkin ditujukan untuk meminimalisir kecelakaan yang melibatkan pihak pejalan kaki yang menyebrang. tapi ada hal yang selalu jadi masalah setiap ada peraturan baru, sosialisasi. mungkin banyak orang yang bahkan sama sekali belom tau soal peraturan ini, padahal peraturan ini sendiri udah disahkan pada bulan juni 2009 lalu, JRENG JRENG JRENG....kmana aja atuh neng... hehehe. jadi kalo tiba - tiba kita ditilang, siapa yang salah? kalau pun kita udah tau dan berhenti, mungkin kendaraan dibelakang yang belum tau, ujung - ujungnya kita diklaksonin dan bahkan dimaki - maki (masa iya dipuji - puji).
ya perkara sosialisasi itulah yang harus diperhatikan. jangan cuma mengandalkan media massa dan event off air aja, karena lebih banyak orang yang ga perduli untuk merhatiin hal yang seperti itu dibanding yang merhatiin. pihak yang berwenang udah sepatutnya mempersiapkan semua fasilitas yang dibutuhkan, semisalnya rambu - rambu. kalo emang rambu - rambu masih dirasa kurang, mungkin perlu dibuatin lampu khusus, itu loh, yang biasanya suka ada lampu bentuk panah kekanan, sekarang buat aja yang kekiri. walau pun tentunya, makan duit rakyat lagi. hehehe.
yah pokonya, gw menghimbau (cieh bahasanya...) temen - temen untuk lebih ati - ati. lumayan lo duit segitu, mending buat ngopi dibandingkin buat ngasih kepolisi. oh ya satu lagi, denda serupa juga berlaku buat mobil yang peralatan pertolongan pertama, kaya dongkrak, kunci roda, dan lain - lainnya ga lengkap. HAHAHA, rempong deh lo ciiinnn......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar